"Anda boleh marah dengan keadaan anda yang buruk tapi jangan sampai merusak tubuh karena anda akan sangat menyesal ketika keadaan anda membaik" "Hidup ini berputar bagai roda, ada saatnya anda tersenyum dan ada saatnya anda mengkerutkan dahi, cobalah untuk mendapatkan pelajaran berharga di setiap kondisi anda" "Tersenyumlah di setiap pertemuan karena senyum mengikat batin yang memandangnya" "Minta maaflah ketika anda salah agar tali silaturahmi tetap terjalin baik" "Cobalah untuk berdo'a ketika anda dalam kesulitan karena do'a menghubungkan anda dengan sang pencipta agar anda selalu dalam lindungan dan pertolongannya" "Marahlah semarah marahnya tapi anda harus tahu orang di hadapan anda juga punya perasaan"You are very concerned with your life, welcome to the blog circumference of human energy, the material on this blog may be beneficial to your life. "you may be angry with your bad situation but not to damage the body because you will be very sorry when the state you better "" Life is like a spinning wheel, there are times when you smile and there are times when you constrict the forehead, try to get a valuable lesson in every condition you "" Smile at each meeting for the inner tie smile looking at her "" Apologize when you're wrong order ties remain intertwined good "" Try to pray when you are in trouble because of prayer connects you with the creator so that you are always in the shadow and his help "" Be angry angry angry but you have to know the person in front of you also have a feeling "

Minggu, 16 Juni 2013

Siswa Berkarakter


Siswa Berkarakter, Pemutus Rantai Tikus Berdasi Indonesia

Oleh: Hana Novita Maryam, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Manajemen, Jurusan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.

Sudahkah kita menjadi generasi penerus bangsa yang mempunyai fondasi moral dan karakter kuat untuk menghadapi budaya korupsi di Indonesia? Sudahkah dunia pendidikan di Indonesia mengimplementasikan pendidikan karakter untuk membangun moral dan karakter siswa anti korupsi?
Jawaban disetiap kepala pembaca pasti bebeda-beda mengenai hal ini. Banyak diantaranya yang mempunyai asumsi bahwa korupsi telah berakar kuat, tidak dapat di berantas. Sejenak mengenang sejarah korupsi, Kita mungkin berpikir, korupsi hanya terjadi di masa modern saat ini. Tetapi tau kah kalian ternyata korupsi juga memiliki akar sejarah yang panjang. Bukan hanya di Indonesia tetapi di dunia. Korupsi adalah bagian hitam dari perjalanan peradaban manusia secara universal. Hampir semua bangsa berhadapan dengan masalah ini sesuai dengan ukurannya. Korupsi di Indonesia sendiri sudah ‘membudaya’ sejak dulu, sebelum dan sesudah kemerdekaan, di era Orde Lama, Orde Baru, berlanjut hingga era Reformasi. Berbagai upaya telah dilakukan untuk memberantas korupsi, namun hasilnya masih jauh panggang dari api. Oleh PERC tahun 2010 Indonesia menjadi negara terkorup di wilayah Asia-Pasifik. Apakah kita generasi muda penerus bangsa tidak merasa malu dengan preestasi buruk seperti ini? Apa yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan negara Indonesia tercinta kita ini?
Pendapat lain adalah mengenai pendidikan yang diajarkan di sekolah haruslah relevan dengan apa yang hendak dicita-citakan. Seperti saat anak memasuki kelas penjurusan di bidang ilmu alam atau IPA, yang biasanya dilakukan pada masa pergantian kelas x SMA menjadi kelas xi ipa 1. Pastilah mereka yang tergolong kedalam kelas ilmu alam tidak mempelajari bidang ilmu sosial yang secara tidak langsung berperan untuk pembentukan karakter mereka. Pendidikan mata pelajaran jelas perlu dalam kegiatan belajar mengajar, tapi berikan nuansa pendidikan karakter didalamnya, lingkungan serta tindakan realisasinya. Sisipkan nilai-nilai agama, kehidupan dan nilai kejujuran. Pendidikan karakter dapat diintegrasikan dalam pembelajaran pada setiap mata pelajaran. Perlu adanya pengembangan, dan penerapan secara eksplisit dalam konteks kehidupan yang sebenarnya, hal itu dapat terjadi melalui materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai. Dengan demikian, pembelajaran nilai-nilai karakter tidak hanya pada tataran kognitif yang membosankan, tetapi menyentuh pada internalisasi, dan pengamalan nyata dalam kehidupan peserta didik sehari-hari di masyarakat. Hal ini sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3, yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Amanah UU Sisdiknas tahun 2003 itu bermaksud agar pendidikan tidak hanya membentuk insan Indonesia yang cerdas, namun juga berkepribadian atau berkarakter, sehingga nantinya akan lahir generasi bangsa yang tumbuh berkembang dengan karakter yang bernafas nilai-nilai luhur bangsa serta agama. Fondasi agama yang kuat akan senantiasa mengingatkan kita kepada kebaikan, juga membuat kita lebih mawas diri.
Sebenarnya apakah pendidikan karakter itu? Seberapa pentingkah implementasi pendidikan karakter itu? Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat. Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil.  Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, dan ethos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah.
Selanjutnya, nilai kehidupan dan kejujuran juga harus dijunjung tinggi dalam dunia pendidikan Indonesia. Sampai saat ini terlihat masih rendahnya tingkat kejujuran di kalangan pelajar Indonesia. Namun predikat sebagai pembohong,pendusta bahkan mungkin maling dapat menjadi kaki gajah ketika kita terutama kalangan siswa melakukan tindakan tidak terpuji seperti korupsi baik dalam skala kecil maupun besar. Ironi sekali jika generasi penerus bangsa harapan Indonesia sejak dini telah membudayakan korupsi, salah satu contoh kecil yang sering sekali dilakukan: memotong uang buku untuk membeli jajan. Dalam skala yang lebih luas lagi yaitu di lingkungan sekolah contohnya, masih banyak kecurangan-kecurangan yang terjadi saat penyelenggaraan ujian nasional.
Dunia pendidikan yang diharapkan mampu menghantarkan siswa-siswi nya menjadi calon penerus bangsa yang jujur,bermoral,dan berkarakter, namun belum bisa mengambil alih tugas yang sesuai porsinya. Penanaman nilai anti korupsi sangat penting bagi terbentuknya mentalitas seseorang untuk tidak berkorupsi. Bila sejak taman kanak-kanak telah memiliki pemahaman bahwa korupsi itu tercela dan berdosa kiranya nilai ini akan tumbuh subur pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan cara pembentukan karakter anti korupsi seperti ini, tindak pidana korupsi dapat di minimalisir. Proses ini dimulai dari ruang segi empat yang dinamakan kelas, serta lingkungan sekolah. Dari sinilah budaya pencegahan itu dibentuk, yang nantinya terakumulasi menjadi sebuah peradaban. Dengan demikian jelaslah bahwa proses yang baik dan benar menjadi kunci utama pembangunan karakter sesungguhnya. Benar artinya proses  pembelajaran diajarkan dengan kejujuran. Tanpa adanya pendidikan karakter pada generasi muda berarti tidak ada juga pemutus rantai tikus berdasi dimasa mendatang.
Sekarang yang lebih penting adalah aplikasi nyata dari perilaku pendidikan sehari-hari yang menunujukkan mereka tidak korupsi. Seperti salah satu program  pembiasaan yang melatih kejujuran di beberapa sekolah. Contohnya disekolah menengah atas tempat saya belajar arti penting kejujuran dan siswa berkarakter. Program ini sejalan dengan Pasal 30/UU Nomor 16 Tahun 2004 tentang strategi Kejaksaan Agung untuk memberantas korupsi dengan cara preventif, represif dan edukatif. Hanya kejujuran si pembelilah yang memegang peran dalam kegiatan operasional kantin tersebut sehari-hari. Kantin kejujuran merupakan salah satu program untuk mendidik akhlak dan moral siswa agar berperilaku jujur. Kantin kejujuran adalah kantin yang menjual beraneka makanan kecil dan minuman. Bagi orang yang baru pertama ke kantin, pasti menanyakan hal yang sama. Meskipun lagi banyak pembeli, tetap saja penjaganya tidak muncul. Bukannya si penjaga sedang sakit atau tidak berangkat kerja. Tapi kantin ini memang tidak ada penjaganya. Namun itulah inti kantin kejujuran, kejujuran kita akan diuji. Dalam kantin makanan dan minuman hanya dipajang didalam lemari, kita mengambil sendiri barang yang kita butuhkan. Dalam kantin juga tersedia kotak uang, yang berguna menampung pembayaran dari siswa yang membeli makanan atau minuman. Bila ada kembalian, siswa mengambil dan menghitung sendiri uang kembalian dari dalam kotak tersebut. Juga ketika mereka mengambil lebih uang kembalian tanpa sengaja, mereka akan mengembalikan ke kotak uang yang telah tersedia. Di kantin ini, kesadaran siswa sangat dituntut untuk berbelanja dengan membayar dan mengambil uang kembalian jika memang berlebih, tanpa harus diawasi oleh guru atau pegawai kantin. Dan terlihat di kantin kejujuran di sekolah SMA saya dahulu sebuah tempelan yang selalu mengingatkan kita akan kejujuran. Salah satu motto yang ditanamkan di kantin ini adalah Allah Melihat Malaikat Mencatat. Selain sebagai progam upaya pembentukan akhlak dan moral, kantin kejujuran juga merupakan bentuk kegiatan dalam pendidikan Antikorupsi. Kantin ini dapat merefleksikan tabiat siswa yang ada di sekolah itu, jika kantin tidak bertahan lama dan bangkrut, berarti para siswa di sekolah itu banyak yang tidak jujur. Sebaliknya, kantin akan semakin maju jika para siswa menjunjung tinggi nilai kejujuran dalam kesehariannya.
Kita mengerti bahwa salah satu problema bangsa yang hingga kini belum tuntas diselesaikan adalah praktik korupsi. Pendidikan anti korupsi tidak hanya melalui sebuah kurikulum yang membosankan, namun dapat diaplikasikan melalui kantin kejujuran. Memang sangat sulit untuk memutus mata rantai tikus-tikus berdasi yang terlanjur panjang. Meskipun demikian, para penerus bangsa yang masih memegang idealisme yang tinggi dan merindukan keadilan di negeri ini akan tetap berupaya untuk mencegah dan memutus rantai tikus berdasi. Kantin Kejujuran merupakan salah satu jalan untuk menanamkan sikap anti korupsi yang dimulai dari sekolah. Kesinambungan semua pihak dalam lingkungan sekolah sangat berpengaruh akan jalannya program kantin kejujuran. Bukan keuntungan yang kita prioritaskan dalam program ini. Awal mula, modal diberikan oleh pemerintah daerah kepada sekolah. Lalu pihak koperasi sekolah bersama osis mengaplikasikan dalam bentuk yang semenarik mungkin dan senyaman mungkin. Tidak harus memakai cctv untuk mengetahui siswa yang tidak jujur. Startegi yang bisa menjadi koreksi bersama adalah dengan mengumumkan  hasil perolehan kantin kejujuran, seringkali tiap upacara bendera hari senin diumumkan hasil perolehan tersebut. Meskipun  progam kantin kejujuran ini merupakan kebijakan pemerintah yang nota bene beberapa oknumnya banyak terlibat korupsi patut kita apresiasi untuk mendukung dan menyukseskannya.
Mari kita menuju kenyataan dilapangan. Berkaca dari  kenyataan dilapangan. Sepanjang perjalanan bersekolah, mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama sampai sekolah menengah atas, umumnya  kantin disekolah dijaga oleh pengelolanya, sebagian besar sipenjaga kantin tidak terlalu ramah dan memasang wajah seram agar siswa yang membeli tidak nakal. Mereka memasang mata bak elang yang akan menerkam siapa saja yang mengambil tanpa membayar ataupun membayar tapi tak sesuai dengan kenyataan makanan yang diambilnya. Walaupun demikian masih saja sering terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh siswa. Sebab dari sekian banyak siswa tentunya masih ada yang iseng berbuat “nakal”. Tidak jarang ketika kantin penuh sesak siswa nakal yang mempunyai “geng” atau kelompok mengamalkan prinsip SMP (sudah makan pulang). Tanpa harus repot mengantre untuk membayar, apalagi jika harus menukar uang karna tidak ada uang kembalian. Sedangkan waktu untuk istirahat hanya kurang lebih lima belas menit. Prinsip semacam ini bukanlah hal yang baru,sejak dulu sudah ada. Apalagi kalau para siswa menyalahartikan prinsip ekonomi yang diajarkan dalam pembelajaran ekonomi,mendapatkan hasil yang sebanyak-banyaknya dengan pengeluaran yang sekecil-kecilnya. Sangat disayangkan masih muda sudah tak jujur.
Awalnya gagasan pendirian kantin kejujuran juga mengalami pro kontra. Banyak yang mengkhawatirkan kantin tersebut akan terus merugi, lalu gulung tikar. Sebagian lain dari yang mengkhawatirkan, banyak juga yang mendukung gagasan tersebut. Memang dalam proses kantin kejujuran ada untung rugi. Saat kantin biasa yang dijaga oleh pengelola saja banyak siswa yang nakal, apalagi kantin kejujuran. Pengalaman waktu itu ketika sekolah saya menjalakan gagasan kantin kejujuran, banyak sekelompok siswa yang sengaja membeli saat jam kosong agar tidak ramai. Pengakuan salah satu diantara mereka adalah mereka hanya membayar untuk satu orang saja, namun mereka membeli untuk tiga orang. Selain itu banyak teman saya waktu itu hutang dulu, besok dibayar. Jadi pembayaran sesuka mereka, kapan saja mereka mempunyai uang. Namun ketika diadakan koreksi bersama dengan mengumumkan  hasil perolehan kantin kejujuran, yang biasa dibacakan tiap upacara bendera hari senin, dengan menyebutkan modal awal dan penghasilan kantin. Selain membacakan hasil, kepala sekolah juga memberikan nasehat kepada siswa-siswi tentang arti penting kejujuran, kejujuran adalah sifat manusia yang hakiki. Bila diberi ruang dan berada dalam lingkungan yang baik maka akan berkembang dengan sendirinya. Suasana untuk berbuat jujur perlu didorong agar sifat yang hakiki tersebut dapat tumbuh dengan sendirinya. Ciptakan suasana dimana kejujuran bisa mendapat tempat berupa penghargaan,dan pelanggaran mendapat hukuman yang setimpal. Sebagai generasi bangsa,siswa yang terlibat dalam kantin kejujuran diberi amanah untuk berbuat baik tentunya mereka mampu untuk melakukannya. Jadi siswa-siswi ini perlu diajari soal kejujuran agar kelak jika mereka telah berada dalam lingkungan yang lebih luas, mereka tidak akan tergiur dengan jalan alternatif yang sering kali tidak jujur. Pelajaran kejujuran ini perlu ditanamkan sejak dini,dimulai dari sekolah sebab dianggap langkah mujarab dalam memberantas korupsi.
Pelaksanaan kantin kejujuran memiliki istilah rugi sekarang untung kemudian. Mengapa demikian?. Karena setiap minggu setelah kita bersama-sama mengoreksi, hasil yang awalnya lebih rendah dari modal awal, lama kelamaan balik modal, bahkan untung. Sambil menyelam minum air, peribahasa selanjutnya untuk menggambarkan sisi positif kantin kejujuran. Karena selain kita berjualan tanpa harus menyita waktu untuk menjaga, kita juga mendapat hasil siswa-siswi berkarakter. Yang jujur dan berakhlak mulia.
Akhirnya kita semakin mengerti arti penting implementasi pendidikan karakter kepada generasi muda, membentuk siswa berkarakter melalui pendidikan yang bertujuan membentuk insan cerdas berkarakter kuat itu, hal itu juga pernah dikatakan Dr. Martin Luther King, yakni; intelligence plus character that is the goal of true education (kecerdasan berkarakter adalah tujuan akhir pendidikan yang sebenarnya)
Dengan pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. Kecerdasan emosi ini adalah bekal penting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan, karena seseorang akan lebih mudah dan berhasil menghadapi segala macam tantangan kehidupan, termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis serta mampu melahirkan generasi muda anti korupsi. Dapat memutus rantai tikus berdasi di Indonesia, bahkan di dunia.


Related posts:
  1. Pesangon bagi Siswa SMK, Ladang Wirausaha di Indonesia
  2. Menciptakan Pemimpin Indonesia yang Berkarakter
  3. Membangun Kewirausahaan Siswa melalui Koperasi Sekolah
  4. Mesin Cuci Rantai
  5. Sekolah Kehidupan, Menciptakan Generasi Berkarakter Wirausaha

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar