"Anda boleh marah dengan keadaan anda yang buruk tapi jangan sampai merusak tubuh karena anda akan sangat menyesal ketika keadaan anda membaik" "Hidup ini berputar bagai roda, ada saatnya anda tersenyum dan ada saatnya anda mengkerutkan dahi, cobalah untuk mendapatkan pelajaran berharga di setiap kondisi anda" "Tersenyumlah di setiap pertemuan karena senyum mengikat batin yang memandangnya" "Minta maaflah ketika anda salah agar tali silaturahmi tetap terjalin baik" "Cobalah untuk berdo'a ketika anda dalam kesulitan karena do'a menghubungkan anda dengan sang pencipta agar anda selalu dalam lindungan dan pertolongannya" "Marahlah semarah marahnya tapi anda harus tahu orang di hadapan anda juga punya perasaan"You are very concerned with your life, welcome to the blog circumference of human energy, the material on this blog may be beneficial to your life. "you may be angry with your bad situation but not to damage the body because you will be very sorry when the state you better "" Life is like a spinning wheel, there are times when you smile and there are times when you constrict the forehead, try to get a valuable lesson in every condition you "" Smile at each meeting for the inner tie smile looking at her "" Apologize when you're wrong order ties remain intertwined good "" Try to pray when you are in trouble because of prayer connects you with the creator so that you are always in the shadow and his help "" Be angry angry angry but you have to know the person in front of you also have a feeling "

Selasa, 26 Agustus 2014

CONTOH SOAL

ULANGAN HARIAN KE-3
MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA
KELAS : 5 (lima) SEMESTER : 2

NAMA :
Nilai :


A. Pilihlah salah satu jawaban dengan cara memberi tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d di depan jawaban yang kamu anggap benar!

Untuk menjawab soal no. 1-3, bacalah wacana di bawah ini!

     Bencana tanah longsor dan banjir sudah sering terjadi. Korbannya adalah penduduk yang bertempat tinggal di Bantaran sungai dan yang tinggal di lereng-lereng gunung. Bencana itu akibat ulah manusia yang menebang hutan sembarangan sehingga hutan menjadi gundul.


1. Tanggapan yang benar menurut pernyataan di atas adalah.....
A. manusia sudah seharusnya dapat memelihara lingkungannya sendiri.
B. sebaiknya orang yang melakukan penebangan hutan sembarangan dihukum.
C. seharusnya manusia yang dapat memanfaatkan lingkungan secara bijak agar tidak terjadi bencana yang dapat merugikan manusia itu sendiri
D. sebaiknya kita mulai dari diri kita sendiri

2. Penyebab tanah longsor dan banjir adalah sebagai berikut, kecuali....
A. ulah manusia
B. penebangan hutan sembarangan
C. hutan yang menjadi gundul
D. korbannya penduduk disekitar bantaran sungai

3. Yang menjadi korban yaitu ....
A. manusia
B. penduduk daerah banjir
C. penduduk yang bertempat tinggal di bantaran sungai dan lereng gunung
D. manusia yang menebang hutan sembarangan

4. Yang paling tepat dikatakan sebagai persoalan faktual terdapat dalam kalimat....
A. Tim densus 88 telah berhasil menangkap teroris di daerah Cikampek.
B. Wabah DBD sedang menimpa sebagian besar wilayah Jawa Barat.
C. Beberapa menteri melakukan olahraga pada hari jum'at pagi.
D. Sabila berhasil meraih juara 1 pada ajang Lomba Puisi Tingkat SD se-Bandung Raya.

5. Hilman        : ....cara menangkap ikan di laut, Pak?
    narasumber :  Caranga kita pasang penangkap ikan atau jala pada sore atau malam hari. Pagi-paginya
                         kita   ambil jala tersebut.

  Kata tanya yang tepat diucapkan oleh Hilman adalah....
A. bagaimana
B. kapan
C. dimana
D. apa

6. Pada soal no. 5 di atas. Hilman melakukan wawancara dengan nara sumber seorang....
A. petani
B. nelayan
C. pedagang
D. karyawan pabrik

7. sabrina memang sangat sibuk. Kadang-kadang ia syuting sampai dini hari. Waktu istirahatnya sering digunakan untuk syuting. Ibu dan ayahnya sering mendampingi.

Gagasan utama paragraf di atas adalah....
A. Sabrina memang sibuk
B. Ia syuting sampai dini hari
C. Waktu istirahatnya sering digunakan syuting
D. Ibu dan ayahnya sering mendampingi

8. Seruni lebih banyak mengahabiskan waktu di rumah. Dia tidak memiliki teman. Bahkan kakaknya juga tidak mempedulikannya. Terlahir sebagai gadis bisu dan tuli. Seruni hanya bisa bermain dengan ibunya dan kawankhayalnya.
Nasib Seruni dalam cerita itu adalah ....
A. bahagia karena kakaknya sangat peduli
B. cerita karena banyak teman
C. kesepian dan memeliki ketidaksempurnaan fisik
D. senang karena lebih banyak di rumah

9. Di bawah ini penulisan tanggal surat yang benar adalah....
A. Jakarta, 12 Mei 1988
B. Jakarta  12 Mei 1988
C. Jakarta. 12 Mei 1988
D. Jakarta, 12 mei 1988

10. Syifa pergi ke sekolah.
     Arya pergi ke kampus
     Kedua kalimat di atas jika digabungkan sebagai berikut...

A. Syifa pergi ke sekolah  dan Arya pergi ke kampus
B. Syifa pergi ke sekolah  sedangkan Arya pergi ke kampus
C. Syifa pergi ke sekolah  tetapi Arya pergi ke kampus
D. Syifa pergi ke sekolah  melainkan  Arya pergi ke kampus


II. Kerjakan soal berikut dengan benar!

1.Bunga ditemani neneknya sedang berziarah ke makam ibunya. Selesai berdo'a, ia melihat seorang lelaki tua yang sedang berdo'a disebuah makam.

 Latar cerita di atas adalah....

2. Jika zidny ingin mengetahui sesuatu hal tentang polio, maka narasumber yang tepat adalah seorang....

3. Alangkah elok  warnamu
    Terbang diantara bunga-bunga
    Mencari madu

   Judul puisi yang tepat adalah....

4. Semoga Tina lulus ujian
    Kalimat di atas termasuk kalimat....

5. Yana disenangi banyak kawan. Kepada setiap teman dan guru, dia sangat ramah. Selain itu, dia juga dikenal sebagai murid pandai.

Unsur cerita yang terdapat pada paragraf di atas adalah....



Kunci Jawaban

1.c
2.d
3.c
4.b
5.a
6.b
7.a
8.c
9.a
10.b

1. makam
2. dokter
3. kupu-kupu
4. harapan
5. watak tokoh



    Sumber : http://www.emmahandoko.com/2012/12/contoh-soal-ulangan-harian-bahasa.htm


Rabu, 20 Agustus 2014

Jadwal Pelajaran K-13 Tematik

Penyusunan jadwal pelajaran atau disebut juga roster pada jenjang SD dengan penerapan Kurikulum 2013 menjadi sesuatu yang menarik. Bukan hanya jadwal pelajaran, begitupun dengan perangkat pembelajaran yang lain seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Ini karena Kurikulum 2013 pada jenjang SD menggunakan pendekatan tematik.


Jadwal pelajaran SD Kurikulum 2013 tidak lagi berdasarkan mata pelajaran, melainkan berdasarkan tema. Masing-masing kelas akan disediakan beberapa tema berbeda. Setiap Tema yang harus selesai diajarkan dalam jangka waktu. Guru harus bisa mengaitkan beberapa kompetensi dasar melalui sebuah tema. Setiap tema memiliki muatan materi pelajaran, yaitu:
  • Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
  • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
  • Bahasa Indonesia
  • Matematika
  • Ilmu Pengetahuan Alam
  • Ilmu Pengetahuan Sosial
  • Seni Budaya dan Prakarya
  • Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan

Dalam setiap pembelajaran memuat beberapa materi pelajaran di atas. Mulai tahun pelajaran 2014/2015 ini kelas 1, 2, 4, dan 5 SD seluruh Indonesia menerapkan kurikulum baru. Contoh jadwal pelajaran tematik Kurikulum 2013 untuk kelas 5 SD bisa Anda lihat dan download di sini. Selanjutnya Anda dapat mempelajari dan menyusun jadwal pelajaran tematik sesuai kelas yang diampu.

Minggu, 17 Agustus 2014

PENILAIAN KOMPETENSI SIKAP


A.      PENILAIAN PENCAPAIAN KOMPETENSI SIKAP
1.      Pengertian
Sikap bermula dari perasaan yang terkait dengan kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu/objek. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Sikap dapat dibentuk, sehingga terjadi perilaku atau tindakan yang diinginkan. Kompetensi sikap yang dimaksud dalam panduan ini adalah ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang dan diwujudkan dalam perilaku.
Penilaian kompetensi sikap dalam pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan yang dirancang untuk mengukur sikap peserta didik sebagai hasil dari suatu program pembelajaran. Penilaian sikap juga merupakan aplikasi suatu standar atau sistem pengambilan keputusan terhadap sikap. Kegunaan utama penilaian sikap sebagai bagian dari pembelajaran adalah refleksi (cerminan) pemahaman dan kemajuan sikap peserta didik secara individual.

2.      Cakupan
Kurikulum 2013 membagi kompetensi sikap menjadi dua, yaitu sikap spiritual yang terkait dengan pembentukan peserta didik yang beriman dan bertakwa, dan sikap sosial yang terkait dengan pembentukan peserta didik yang berakhlak mulia, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab. Sikap spiritual sebagai perwujudan dari menguatnya interaksi vertikal dengan Tuhan Yang  Maha Esa, sedangkan sikap sosial sebagai perwujudan eksistensi kesadaran dalam upaya mewujudkan harmoni kehidupan.
Pada jenjang SMP/MTs, kompetensi sikap spiritual mengacu pada KI-1: Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya, sedangkan kompetensi sikap sosial mengacu pada KI-2: Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

Berdasarkan rumusan KI-1 dan KI-2 di atas, penilaian sikap pada jenjang SMP/MTs mencakup:
Tabel 1. Cakupan Penilaian Sikap
Penilaian sikap spiritual
Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianut
Penilaian sikap sosial
1.      jujur
2.      disiplin
3.      tanggung jawab
4.      toleransi
5.      gotong royong
6.      santun
7.      percaya diri

KD pada KI-1: aspek sikap spiritual (untuk matapelajaran tertentu bersifat generik, artinya berlaku untuk seluruh materi pokok). Sedangkan KD pada KI-2: aspek sikap sosial (untuk matapelajaran tertentu bersifat relatif generik, namun beberapa materi pokok tertentu ada KD pada KI-3 yang berbeda dengan KD lain pada KI-2). Guru dapat menambahkan sikap-sikap tersebut menjadi perluasan cakupan penilaian sikap. Perluasan cakupan penilaian sikap didasarkan pada  karakterisitik KD pada KI-1 dan KI-2 setiap matapelajaran.

3.      Perumusan Indikator dan Contoh Indikator
Acuan penilaian adalah indikator, karena indikator merupakan tanda tercapainya suatu kompetensi. Indikator harus terukur. Dalam konteks penilaian sikap, indikator merupakan tanda-tanda yang dimunculkan oleh peserta didik, yang dapat diamati atau diobservasi oleh guru sebagai representasi dari sikap yang dinilai.

Berikut ini dideskripsikan beberapa contoh indikator dari sikap-sikap yang tersurat dalam KI-1 dan KI-2 jenjang SMP/MTs.
Tabel 2. Daftar Deskripsi Indikator


Sikap dan pengertian
Contoh Indikator
Sikap spiritual

·      Berdoa sebelum dan sesudah menjalankan sesuatu.
·      Menjalankan ibadah tepat waktu.
·      Memberi salam pada saat awal dan akhir presentasi sesuai agama yang dianut.
·      Bersyukur atas nikmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa;
·      Mensyukuri kemampuan manusia dalam mengendalikan diri
·      Mengucapkan syukur ketika berhasil mengerjakan sesuatu.
·      Berserah diri (tawakal) kepada Tuhan setelah berikhtiar atau melakukan usaha.
·      Menjaga lingkungan hidup di sekitar rumah tempat tinggal, sekolah dan masyarakat
·      Memelihara hubungan baik dengan sesama umat ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
·      Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai bangsa Indonesia.
·      Menghormati orang lain menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya.
Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianut
Sikap sosial

·      Tidak menyontek dalam mengerjakan ujian/ulangan
·      Tidak menjadi plagiat (mengambil/menyalin karya orang lain tanpa menyebutkan sumber)
·      Mengungkapkan perasaan apa adanya
·      Menyerahkan kepada yang berwenang barang yang ditemukan
·      Membuat laporan berdasarkan data atau informasi apa adanya
·      Mengakui kesalahan atau kekurangan yang dimiliki

1.    Jujur
adalah perilaku dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
2.    Disiplin
adalah tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

·      Datang tepat waktu
·      Patuh pada tata tertib atau aturan bersama/ sekolah
·      Mengerjakan/mengumpulkan tugas sesuai  dengan waktu yang ditentukan
·      Mengikuti kaidah berbahasa tulis yang baik dan benar

3.    Tanggungjawab
adalah sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa

·      Melaksanakan tugas individu dengan baik
·      Menerima resiko dari tindakan yang dilakukan
·      Tidak menyalahkan/menuduh orang lain tanpa bukti yang akurat
·      Mengembalikan barang yang dipinjam
·      Mengakui dan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan
·      Menepati janji
·      Tidak menyalahkan orang lain utk  kesalahan tindakan kita sendiri
·      Melaksanakan apa yang pernah dikatakan tanpa disuruh/diminta
4.    Toleransi
adalah sikap dan tindakan yang menghargai keberagaman latar belakang, pandangan, dan keyakinan

·      Tidak mengganggu teman yang berbeda pendapat
·      Menerima kesepakatan meskipun berbeda dengan pendapatnya
·      Dapat menerima kekurangan orang lain
·      Dapat mememaafkan kesalahan orang lain
·      Mampu dan mau bekerja sama dengan siapa pun yang memiliki keberagaman latar belakang, pandangan, dan keyakinan
·      Tidak memaksakan pendapat atau keyakinan diri pada orang lain
·      Kesediaan untuk belajar dari  (terbuka terhadap) keyakinan dan gagasan orang lain agar dapat memahami orang lain lebih baik
·      Terbuka terhadap atau kesediaan untuk menerima sesuatu yang baru
5.    Gotong royong
adalah bekerja bersama-sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama dengan saling berbagi tugas dan tolong menolong secara ikhlas.

·      Terlibat aktif dalam bekerja bakti membersihkan kelas atau sekolah
·      Kesediaan melakukan tugas sesuai kesepakatan
·      Bersedia membantu orang lain tanpa mengharap imbalan
·      Aktif dalam kerja kelompok
·      Memusatkan perhatian pada tujuan kelompok
·      Tidak mendahulukan kepentingan pribadi
·      Mencari jalan untuk mengatasi perbedaan pendapat/pikiran antara diri sendiri dengan orang lain
·      Mendorong orang lain untuk bekerja sama demi mencapai tujuan bersama
6.    Santun atau sopan
adalah sikap baik dalam pergaulan baik dalam berbahasa maupun bertingkah laku. Norma kesantunan bersifat relatif, artinya yang dianggap baik/santun pada tempat dan waktu tertentu bisa berbeda pada tempat dan waktu yang lain.

·      Menghormati orang yang lebih tua.
·      Tidak berkata-kata kotor, kasar, dan takabur.
·      Tidak meludah di sembarang tempat.
·      Tidak menyela pembicaraan pada waktu yang tidak tepat
·      Mengucapkan terima kasih setelah menerima bantuan orang lain
·      Bersikap 3S (salam, senyum, sapa)
·      Meminta ijin ketika akan memasuki ruangan orang lain atau menggunakan barang milik orang lain
·      Memperlakukan orang lain sebagaimana diri sendiri ingin diperlakukan


7.    Percaya diri
adalah kondisi mental atau psikologis seseorang yang memberi keyakinan kuat untuk berbuat atau bertindak

·      Berpendapat atau melakukan kegiatan tanpa ragu-ragu.
·      Mampu membuat keputusan dengan cepat
·      Tidak mudah putus asa
·      Tidak canggung dalam bertindak
·      Berani presentasi di depan kelas
·      Berani berpendapat, bertanya, atau menjawab pertanyaan

4.      Teknik dan Bentuk Instrumen
a.      Teknik Observasi
Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan instrumen  yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati. Observasi langsung dilaksanakan oleh guru secara langsung tanpa perantara orang lain. Sedangkan observasi tidak langsung dengan bantuan orang lain, seperti guru lain, orang tua, peserta didik, dan karyawan sekolah.
Bentuk instrumen yang digunakan untuk observasi adalah pedoman observasi yang berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik. Daftar cek digunakan untuk mengamati ada tidaknya suatu sikap atau perilaku. Sedangkan skala penilaian menentukan posisi sikap atau perilaku peserta didik dalam suatu rentangan sikap. Pedoman observasi secara umum memuat pernyataan sikap atau perilaku yang diamati dan hasil pengamatan sikap atau perilaku sesuai kenyataan. Pernyataan memuat sikap atau perilaku yang positif atau negatif sesuai indikator penjabaran sikap dalam kompetensi inti dan kompetensi dasar. Rentang skala hasil pengamatan antara lain berupa  :
1)      Selalu, sering, kadang-kadang, tidak pernah
2)      Sangat baik, baik, cukup baik, kurang baik
(lihat lembar contoh instrumen).
Pedoman observasi dilengkapi juga dengan rubrik dan petunjuk penskoran. Rubrik memuat petunjuk/uraian dalam penilaian skala atau daftar cek. Sedangkan petunjuk penskoran memuat cara memberikan skor dan mengolah skor menjadi nilai akhir. Agar observasi lebih efektif dan terarah hendaknya :
1)      Dilakukan dengan tujuan jelas dan direncanakan sebelumnya. Perencanaan mencakup indikator atau aspek yang akan diamati dari suatu proses.
2)      Menggunakan pedoman observasi berupa daftar cek atau skala penilaian.
3)      Pencatatan dilakukan selekas mungkin.
4)      Kesimpulan dibuat setelah program observasi selesai dilaksanakan.

b.      Penilaian Diri
Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri menggunakan daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik.
Skala penilaian dapat disusun dalam bentuk skala Likert atau skala semantic differential. Skala Likert adalah skala yang dapat dipergunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang mengenai suatu gejala atau fenomena.  Sedangkan skala semantic differential yaitu skala untuk mengukur sikap, tetapi bentuknya bukan pilihan ganda maupun checklist, tetapi tersusun dalam satu garis kontinum di mana jawaban yang sangat positif terletak dibagian kanan garis, dan jawaban yang sangat negatif terletak di bagian kiri garis, atau sebaliknya.
Data yang diperoleh melalui pengukuran dengan skala semantic differential adalah data interval. Skala bentuk ini biasanya digunakan untuk mengukur sikap atau karakteristik tertentu yang dimiliki seseorang.
Kriteria penyusunan lembar penilaian diri:
2)      Gunakan kata-kata yang sederhana dan mudah dimengerti oleh responden.
3)      Usahakan pertanyaan yang jelas dan khusus
4)      Hindarkan pertanyaan yang mempunyai lebih dari satu pengertian
5)      Hindarkan pertanyaan yang mengandung sugesti
6)      Pertanyaan harus berlaku bagi semua responden

c.       Penilaian Antarpeserta didik
Penilaian antarpeserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai terkait dengan pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan untuk penilaian antarpeserta didik adalah daftar cek dan skala penilaian (rating scale) dengan teknik sosiometri berbasis kelas. Guru dapat menggunakan salah satu dari keduanya atau menggunakan dua-duanya.

d.      Jurnal
Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku.
Kelebihan yang ada pada jurnal adalah peristiwa/kejadian dicatat dengan segera. Dengan demikian, jurnal bersifat asli dan objektif dan dapat digunakan untuk memahami peserta didik dengan lebih tepat. sementara itu, kelemahan yang ada pada jurnal adalah reliabilitas yang dimiliki rendah, menuntut waktu yang banyak, perlu kesabaran dalam menanti munculnya peristiwa sehingga dapat mengganggu perhatian dan tugas guru, apabila pencatatan tidak dilakukan dengan segera, maka objektivitasnya berkurang.
Terkait dengan pencatatan jurnal, maka guru perlu mengenal dan memperhatikan perilaku peserta didik baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Aspek-aspek pengamatan ditentukan terlebih dahulu oleh guru sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diajar. Aspek-aspek pengamatan yang sudah ditentukan tersebut kemudian dikomunikasikan terlebih dahulu dengan peserta didik di awal semester.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat jurnal adalah:
1)      Catatan atas pengamatan guru harus objektif
2)      Pengamatan dilaksanakan secara selektif, artinya yang dicatat hanyalah kejadian / peristiwa yang berkaitan dengan Kompetensi Inti.
3)      Pencatatan segera dilakukan (jangan ditunda-tunda)
Pedoman umum penskoran jurnal:
1)      Penyekoran pada jurnal dapat dilakukan dengan menggunakan skala likert. Sebagai contoh skala 1 sampai dengan 4.
2)      Guru menentukan aspek-aspek yang akan diamati.
3)      Pada masing-masing aspek, guru menentukan indikator yang diamati.
4)      Setiap aspek yang sesuai dengan indikator yang muncul pada diri peserta didik diberi skor 1, sedangkan yang tidak muncul diberi skor 0.
5)      Jumlahkan skor pada masing-masing aspek.
6)      Skor yang diperoleh pada masing-masing aspek kemudian direratakan
7)      Nilai  Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C), dan Kurang (K) ditentukan dengan cara menghitung rata-rata skor dan membandingkan dengan kriteria penilaian

5.      Contoh Instrumen beserta Rubrik Penilaian
  1. Observasi
Pedoman Observasi Sikap Spiritual
Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap spiritual peserta didik. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap spiritual yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan
      kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan
      sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan


Nama Peserta Didik                   : ………………….
Kelas                                          : ………………….
Tanggal Pengamatan                  : …………………..
Materi Pokok                             : …………………..

No
Aspek Pengamatan
Skor
1
2
3
4
1
Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu




2
Mengucapkan rasa syukur atas karunia Tuhan




3
Memberi salam sebelum dan sesudah menyampaikan pendapat/presentasi




4
Mengungkapakan kekaguman secara lisan maupun tulisan terhadap Tuhan saat melihat kebesaran Tuhan




5
Merasakan keberadaan dan kebesaran Tuhan saat mempelajari ilmu pengetahuan




Jumlah Skor





Petunjuk Penskoran :
Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :

Contoh :
Skor diperoleh 14, skor maksimal 4 x 5 pernyataan = 20, maka skor akhir :

Sesuai Permendikbud No 81A Tahun 2013 peserta didik memperoleh nilai adalah :
Sangat Baik   : apabila memperoleh skor : 3,33 < skor ≤ 4,00
Baik                : apabila memperoleh skor : 2,33 < skor ≤ 3,33
Cukup                        : apabila memperoleh skor : 1,33 < skor ≤ 2,33
Kurang           : apabila memperoleh skor : skor ≤ 1,33


Pedoman Observasi Sikap Jujur

Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam kejujuran. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap jujur yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan
      kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan
      sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Nama Peserta Didik                   : ………………….
Kelas                                          : ………………….
Tanggal Pengamatan                  : …………………..
Materi Pokok                             : …………………..



No
Aspek Pengamatan
Skor
1
2
3
4
1
Tidak nyontek dalam mengerjakan ujian/ulangan/tugas




2
Tidak melakukan plagiat (mengambil/menyalin karya orang lain tanpa menyebutkan sumber) dalam mengerjakan setiap tugas




3
Mengungkapkan perasaan terhadap sesuatu apa adanya




4
Melaporkan data atau informasi apa adanya




5
Mengakui kesalahan atau kekurangan yang dimiliki




Jumlah Skor





Petunjuk Penskoran :
Lihat petunjuk penskoran pada  pedoman observasi sikap spiritual


Pedoman Observasi Sikap Disiplin
Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam kedisiplinan. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap disiplin yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
Ya     = apabila peserta didik menunjukkan perbuatan sesuai
   aspek pengamatan
Tidak            = apabila peserta didik tidak menunjukkan perbuatan
   sesuai aspek pengamatan.

Nama Peserta Didik                : ………………….
Kelas                                       : ………………….
Tanggal Pengamatan               : …………………..
Materi Pokok                          : …………………..

No
Sikap yang diamati
Melakukan
Ya
Tidak
1
Masuk kelas tepat waktu


2
Mengumpulkan tugas tepat waktu


3
Memakai seragam sesuai tata tertib


4
Mengerjakan tugas yang diberikan


5
Tertib dalam mengikuti pembelajaran


6
Mengikuti praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan


7
Membawa buku tulis sesuai mata pelajaran


8
Membawa buku teks mata pelajaran


Jumlah



Petunjuk Penskoran :
Jawaban YA diberi skor 1, dan jawaban TIDAK diberi skor 0
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :
Contoh :
Jawaban YA sebanyak 6, maka diperoleh skor 6, dan skor tertinggi 8 maka skor akhir adalah :
Peserta didik memperoleh nilai dapat menggunakan seperti dalam pedoman observasi sikap spritual.

Pedoman Observasi Sikap Tanggung Jawab

Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam tanggung jawab. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap tanggung jawab yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan
      kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan
      sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan
Nama Peserta Didik                : ………………….
Kelas                                       : ………………….
Tanggal Pengamatan               : …………………..
Materi Pokok                          : …………………..

No
Aspek Pengamatan
Skor
1
2
3
4
1
Melaksanakan tugas individu dengan baik




2
Menerima resiko dari tindakan yang dilakukan




3
Tidak menuduh orang lain tanpa bukti yang akurat




4
Mengembalikan barang yang dipinjam




5
Meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan




Jumlah Skor





Petunjuk Penskoran
Lihat petunjuk penskoran pada  pedoman observasi sikap spiritual



Pedoman Observasi Sikap Toleransi

Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru/teman untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam toleransi. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap toleransi yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan
      kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan
      sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Nama Peserta Didik                : ………………….
Kelas                                       : ………………….
Tanggal Pengamatan               : …………………..
Materi Pokok                          : …………………..
No
Aspek Pengamatan
Skor
1
2
3
4
1
Menghormati pendapat teman




2
Menghormati teman yang berbeda suku, agama, ras, budaya, dan gender




3
Menerima kesepakatan meskipun berbeda dengan pendapatnya




4
Menerima kekurangan orang lain




5
Mememaafkan kesalahan orang lain




Jumlah Skor





Petunjuk penskoran
Lihat petunjuk penskoran pada  pedoman observasi sikap spiritual


Pedoman Observasi Sikap Gotong Royong
Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru/teman untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam gotong royong. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap gotong royong  yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan
      kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan
      sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan
Nama Peserta Didik                : ………………….
Kelas                                       : ………………….
Tanggal Pengamatan               : …………………..
Materi Pokok                          : …………………..
No
Aspek Pengamatan
Skor
1
2
3
4
1
Aktif dalam kerja kelompok




2
Suka menolong teman/orang lain




3
Kesediaan melakukan tugas sesuai kesepakatan




4
Rela berkorban untuk orang lain




Jumlah Skor





Petunjuk Penskoran
Lihat petunjuk penskoran pada  pedoman observasi sikap spiritual


Pedoman Observasi Sikap Santun
Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam kesantunan. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap santun yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan
      kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan
      sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Nama Peserta Didik                : ………………….
Kelas                                       : ………………….
Tanggal Pengamatan               : …………………..
Materi Pokok                          : …………………..
No
Aspek Pengamatan
Skor
1
2
3
4
1
Menghormati orang yang lebih tua




2
Mengucapkan terima kasih setelah menerima bantuan orang lain




3
Menggunakan bahasa santun saat menyampaikan pendapat




4
Menggunakan bahasa santun saat mengkritik pendapat teman




5
Bersikap 3S (salam, senyum, sapa) saat bertemu orang lain




Jumlah Skor





Petunjuk Penskoran
Lihat petunjuk penskoran pada  pedoman observasi sikap spiritual


Pedoman Observasi Sikap Percaya Diri
Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru/teman untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam percaya diri. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap percaya diri yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan
      kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan
      sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Nama Peserta Didik                : ………………….
Kelas                                       : ………………….
Tanggal Pengamatan               : …………………..
Materi Pokok                          : …………………..

No
Aspek Pengamatan
Skor
1
2
3
4
1
Berani presentasi di depan kelas




2
Berani berpendapat, bertanya, atau menjawab pertanyaan




3
Berpendapat atau melakukan kegiatan tanpa ragu-ragu




4
Mampu membuat keputusan dengan cepat




5
Tidak mudah putus asa/pantang menyerah




Jumlah Skor





Petunjuk Penskoran
Lihat petunjuk penskoran pada  pedoman observasi sikap spiritual


            Contoh lain instrumen penilaian adalah :

Lembar Pengamatan Sikap

Kelas                           : ……………………….
Hari, tanggal               : ……………………….
Materi Pokok/Tema     : ……………………….

           
No
Nama Peserta Didik
Sikap
Keterangan
Jujur
Disiplin
Tanggung Jawab
Toleransi
Gotong Royong
Santun
Percaya Idris









































Keterangan Penskoran :
4 = apabila selalu konsisten menunjukkan sikap sesuai aspek sikap
3 = apabila sering konsisten menunjukkan sikap sesuai aspek sikap dan
      kadang-kadang tidak sesuai aspek sikap
2 = apabila kadang-kadang konsisten menunjukkan sikap sesuai aspek sikap dan sering tidak sesuai aspek sikap
1 = apabila tidak pernah konsisten menunjukkan sikap sesuai aspek sikap


  1. Penilaian Diri

LEMBAR PENILAIAN DIRI SIKAP SPIRITUAL

PETUNJUK
1.      Bacalah pernyataan yang ada di dalam kolom dengan teliti
2.      berilah tanda cek (√) sesuai dengan sesuai dengan kondisi dan keadaan  kalian sehari-hari

Nama Peserta Didik    :           ………………….
Kelas                           :           ………………….
Materi Pokok              :           ………………….
Tanggal                       :           ………………….


No
Pernyataan
TP
KD
SR
SL
1
Saya semakin yakin dengan keberadaan Tuhan setelah mempelajari ilmu pengetahuan




2
Saya berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu kegiatan




3
Saya mengucapkan rasa syukur atas segala karunia Tuhan




4
Saya memberi salam sebelum dan sesudah mengungkapkan pendapat di depan umum 




5
Saya mengungkapkan keagungan Tuhan apabila melihat kebesaranNya




Jumlah





Petunjuk Penskoran
Lihat petunjuk penskoran pada  pedoman observasi sikap spiritual


LEMBAR PENILAIAN DIRI
SIKAP JUJUR

Nama Peserta Didik    :           ………………….
Kelas                           :           ………………….
Materi Pokok              :           ………………….
Tanggal                                   :           ………………….

PETUNJUK
1.      Bacalah pernyataan yang ada di dalam kolom dengan teliti
2.      berilah tanda cek (√) sesuai dengan sesuai dengan kondisi dan keadaan  kalian sehari-hari

No
Pernyataan
TP
KD
SR
SL
1
Saya menyontek pada saat mengerjakan Ulangan




2
Saya menyalin karya orang lain tanpa menyebutkan sumbernya pada saat mengerjakan tugas




3
Saya melaporkan kepada yang berwenang jika menemukan barang




4
Saya berani mengakui kesalahan yang saya dilakukan




5
Saya mengerjakan soal ujian tanpa melihat jawaban teman yang lain





Keterangan :
·         SL  = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
·         SR  = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-
          kadang tidak melakukan
·         KD = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan  sering
          tidak melakukan
·         TP  = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan
Petunjuk Penskoran :
Lihat petunjuk penskoran pada  pedoman observasi sikap spiritual

LEMBAR PENILAIAN DIRI
SIKAP TANGGUNGJAWAB

Nama Peserta Didik    :           ………………….
Kelas                           :           ………………….
Materi Pokok              :           ………………….
Tanggal                                   :           ………………….

Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh peserta didik sendiri untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam tanggung jawab. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap tanggung jawab yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan
      kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan
      sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

No
Aspek Pengamatan
Skor
1
2
3
4
1
Sebagai peserta didik saya melakukan tugas-tugas dengan baik




2
Saya berani menerima resiko atas tindakan yang dilakukan




3
Saya menuduh orang lain tanpa bukti




4
Saya mau mengembalikan barang yang dipinjam dari orang lain




5
Saya berani meminta maaf jika melakukan kesalahan yang merugikan orang lain





Petunjuk Penskoran
Lihat petunjuk penskoran pada  pedoman observasi sikap spiritual

LEMBAR PENILAIAN DIRI
SIKAP DISIPLIN

Nama Peserta Didik    :           ………………….
Kelas                           :           ………………….
Materi Pokok              :           ………………….
Tanggal                                   :           ………………….

Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh peserta didik untuk menilai sikap disiplin diri peserta didik. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap disiplin yang kamu miliki sebagai berikut :
Ya       = apabila kamu menunjukkan perbuatan sesuai pernyataan
Tidak   = apabila kamu tidak menunjukkan perbuatan sesuai
                     pernyataan.

Nama Peserta Didik    : ………………….
Kelas                           : ………………….
Tanggal Pengamatan   : …………………..
Materi Pokok              : …………………..

No
Sikap yang diamati
Melakukan
Ya
Tidak
1
Saya masuk kelas tepat waktu


2
Saya mengumpulkan tugas tepat waktu


3
Saya memakai seragam sesuai tata tertib


4
Saya mengerjakan tugas yang diberikan


5
Saya tertib dalam mengikuti pembelajaran


6
Saya mengikuti praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan


7
Saya membawa buku tulis sesuai mata pelajaran


8
Saya membawa buku teks mata pelajaran


Jumlah



Petunjuk Penyekoran
Jawaban YA diberi skor 1, dan jawaban TIDAK diberi skor 0
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :
Contoh :
Jawaban YA sebanyak 6, maka diperoleh nilai skor 6, dan skor maksimal 8 maka nilai akhir adalah :
Kriteria perolehan nilai sama dapat menggunakan seperti dalam pedoman observasi.

LEMBAR PENILAIAN DIRI
SIKAP GOTONG ROYONG

Nama Peserta Didik          :           ………………….
Kelas                                 :           ………………….
Materi Pokok                    :           ………………….
Tanggal                             :           ………………….

PETUNJUK PENGISIAN:
1.      Cermatilah kolom-kolom sikap di bawah ini!
2.      Jawablah dengan jujur sesuai dengan sikap yang kamu miliki.
3.      Lingkarilah salah satu angka yang ada dalam kolom yang sesuai dengan keadaanmu
4 = jika sikap yang kamu miliki sesuai dengan selalu positif
3 = Jika sikap yang kamu miliki positif tetapi sering positif kadang
      kadang muncul sikap negatif
2 = Jika sikap yang kamu miliki sering negatif tapi tetapi
      kadang kadang muncul sikap positif
1 = Jika sikap yang kamu miliki selalu negatif

Rela berbagi
4
3
2
1
Egois
Aktif
4
3
2
1
Pasif
Bekerja sama
4
3
2
1
Individualistis
Ikhlas
4
3
2
1
Pamrih

Petunjuk Penskoran
Lihat petunjuk penskoran pada  pedoman observasi sikap spiritual



LEMBAR PENILAIAN DIRI
SIKAP TOLERANSI

Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh peserta didik sendiri  untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam toleransi. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap toleransi yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan
      kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan
      sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Nama Peserta Didik                   : ………………….
Kelas                                          : ………………….
Tanggal Pengamatan                  : …………………..
Materi Pokok                             : …………………..



No
Aspek Pengamatan
Skor
1
2
3
4
1
Saya menghormati  teman yang  berbeda pendapat




2
Saya menghormati teman yang berbeda suku, agama, ras, budaya, dan gender




3
Saya menerima kesepakatan meskipun berbeda dengan pendapatnya




4
Saya menerima kekurangan orang lain




5
Saya memaafkan kesalahan orang lain




Jumlah Skor





Petunjuk Penskoran
Lihat petunjuk penskoran pada  pedoman observasi sikap spiritual





LEMBAR PENILAIAN DIRI
SIKAP PERCAYA DIRI

Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh peserta didik sendiri untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam percaya diri. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap percaya diri yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan
      kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan
      sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Nama Peserta Didik               : ………………….
Kelas                                       : ………………….
Tanggal Pengamatan              : …………………..
Materi Pokok                          : …………………..

No
Aspek Pengamatan
Skor
1
2
3
4
1
Saya melakukan segala sesuatu tanpa ragu-ragu




2
Saya berani mengambil keputusan secara cepat dan bisa dipertanggungjawabkan




3
Saya tidak mudah putus asa




4
Saya berani menunjukkan kemampuan yang dimiliki di depan orang banyak




5
Saya berani mencoba hal-hal yang baru




Jumlah Skor




                       
Petunjuk Penskoran
Lihat petunjuk penskoran pada  pedoman observasi sikap spiritual


LEMBAR PENILAIAN DIRI
SIKAP SANTUN
Nama Peserta Didik    :           ………………….
Kelas                           :           ………………….
Materi Pokok              :           ………………….
Tanggal                       :           ………………….

PETUNJUK PENGISIAN:
1.      Bacalah dengan teliti pernyataan pernyataan yang pada kolom di bawah ini!
2.      Tanggapilah pernyataan-pernyataan tersebut dengan member tanda cek (√) pada kolom:
STS : Jika kamu sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut
TS  : Jika kamu tidak setuju dengan pernyataan tersebut
S    : Jika kamu setuju dengan pernyataan tersebut
SS  : Jika kamu sangat setuju dengan pernyataan tersebut

No
Pernyataan
Penilaian


STS
TS
S
SS
1
Saya menghormasti orang yang lebih tua




2
Saya tidak berkata kata kotor, kasar dan takabur




3
Saya meludah di tempat sembarangan




4
Saya tidak menyela pembicaraan




5
Saya mengucapkan terima kasih saat menerima bantuan dari orang lain




6
Saya tersenyum, menyapa, memberi salam kepada orang yang ada di sekitar kita





Keterangan:
Pernyataan positif :
·         1 untuk sangat tidak setuju (STS),
·         2 untuk tidak setuju (TS), ,
·         3 untuk setuju (S),
·         4 untuk sangat setuju (SS).
Pernyataan negatif :
·         1 untuk sangat setuju (SS),
·         2 untuk setuju (S),
·         3 untuk tidak setuju (TS),
·         4 untuk sangat tidak setuju (S)
Petunjuk Penskoran
Lihat petunjuk penskoran pada  pedoman observasi sikap spiritual
  1. Penilaian Antarpeserta didik
1)        Daftar Cek
Lembar Penilaian Antarpeserta Didik
Sikap Disiplin

Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh peserta didik untuk menilai sikap sosial peserta didik lain dalam kedisiplinan. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap disiplin yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
Ya       = apabila peserta didik menunjukkan perbuatan sesuai
     aspek pengamatan
Tidak  = apabila peserta didik tidak menunjukkan perbuatan
   sesuai aspek pengamatan.

Nama penilai                                         : Tidak diisi
Nama peserta didik yang dinilai           : ...............
Kelas                                                     : ...............
Mata pelajaran                                       : ...............

No
Sikap yang diamati
Melakukan
Ya
Tidak
1
Masuk kelas tepat waktu


2
Mengumpulkan tugas tepat waktu


3
Memakai seragam sesuai tata tertib


4
Mengerjakan tugas yang diberikan


5
Tertib dalam mengikuti pembelajaran


6
Mengikuti praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan


7
Membawa buku tulis sesuai mata pelajaran


8
Membawa buku teks mata pelajaran


Jumlah



Petunjuk Penskoran
Lihat petunjuk penskoran pada  pedoman observasi sikap disiplin


2)        Skala Penilaian (rating scale)
Skala penilaian akan digunakan dengan teknik sosiometri berbasis kelas. Langkah penilaian antarpeserta didik diatur sebagai berikut:
1)   Guru mata pelajaran menyiapkan instrumen penilaian skala penilaian berupa skala penilaian (rating scale) sesuai dengan sikap yang akan dinilai dari kompetensi inti spiritual dan sosial. 
2)   Guru mata pelajaran membagikan instrumen penilaian kepada setiap peserta didik di setiap kelas.
3)   Peserta didik menentukan nomor rangking kedudukan teman-temannya dari urutan nomor 1 (satu) sampai nomor terakhir sesuai dengan jumlah peserta didik di kelas bersangkutan, kecuali nama dirinya sendiri. Nomor urut 1 (satu) adalah teman yang dianggap paling baik dalam bersikap dan berperilaku tertentu dan nomor urut terakhir adalah yang dianggap kurang baik.
4)   Penyelenggaraan penilaian antarpeserta didik dilakukan oleh guru mata pelajaran minimal satu kali dalam satu semester dengan jadwal yang diatur oleh kepala sekolah sehingga tidak dilakukan serentak dalam satu minggu.
5)   Hasil penilaian sikap peserta didik diolah oleh guru dan dilaporkan kepada wali kelas.
6)   Wali kelas menggabungkan skor penilaian sikap dengan nilai yang diperoleh dari penilaian observasi, penilaian diri, dan jurnal.


Contoh Instrumen:

DAFTAR CEK PENILAIAN ANTARPESERTA DIDIK

Nama penilai                                     : Tidak diisi
Nama peserta didik yang dinilai       : ...............
Kelas                                                 : ...............
Mata pelajaran                                  : ...............

Berilah tanda cek pada kolom pilihan berikut dengan
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan
      kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan
      sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan


No
Aspek Pengamatan
Skor
4
3
2
1
1
Tidak nyontek dalam mengerjakan ujian/ulangan




2
Tidak melakukan plagiat (mengambil/menyalin karya orang lain tanpa menyebutkan sumber) dalam mengerjakan setiap tugas




3
Mengemukakan perasaan terhadap sesuatu apa adanya




4
Melaporkan data atau informasi apa adanya





JUMLAH





Petunjuk penskoran :
Lihat petunjuk penskoran pedoman observasi sikap disiplin
  
  1. Jurnal
1)      Model Pertama
Petunjuk pengisian jurnal (diisi oleh guru):
a)      Tulislah identitas peserta didik yang diamati
b)      Tulislah tanggal pengamatan.
c)      Tulislah aspek yang diamati oleh guru.
d)     Ceritakan kejadian-kejadian yang dialami oleh Peserta didik baik yang merupakan kekuatan Peserta didik maupun kelemahan Peserta didik sesuai dengan pengamatan guru terkait dengan Kompetensi Inti.
e)      Tulislah dengan segera kejadian
f)       Setiap kejadian per anak ditulis pada kartu yang berbeda.
g)      Simpanlah kartu tersebut di dalam folder masing-masing Peserta didik
Format:

Jurnal
Nama Peserta Didik    : ………………………….
Nomor peserta Didik  : ………………………….
Tanggal                       : ………………………….
Aspek yang diamati    : ………………………….
Kejadian                      : ………………………….

Guru:
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
 
 









Petunjuk penskoran
Lihat petunjuk penskoran pedoman observasi sikap disiplin

2)      Model Kedua
Petunjuk pengisian jurnal (diisi oleh guru):
a)      Tulislah Aspek yang diamati
b)      Tulislah identitas peserta didik yang diamati
c)      Tulislah tanggal pengamatan.
d)     Tulislah aspek yang diamati oleh guru.
e)      Ceritakan kejadian-kejadian yang dialami oleh Peserta didik baik yang merupakan kekuatan Peserta didik maupun kelemahan Peserta didik sesuai dengan pengamatan guru terkait dengan Kompetensi Inti.
f)       Tulislah dengan segera kejadian yang diamati
g)      Setiap kejadian per anak ditulis pada kartu yang berbeda.
h)      Simpanlah kartu tersebut di dalam folder masing-masing Peserta didik



Contoh Format Jurnal
Jurnal

Nama Peserta Didik    : ………………..
Aspek yang diamati    : ………………..
No.
Hari/ Tanggal
Kejadian
Keterangan








6.      Pelaksanaan Penilaian
            Pelaksanaan penilaian kompetensi sikap dilakukan oleh pendidik setiap mata pelajaran untuk dilaporkan kepada wali kelas yang selanjutnya dapat dijadikan sebagai laporan penilaian satuan pendidikan. Secara umum, pelaksanaan penilaian sikap sama dengan penilaian kompetensi pengetahuan dan keterampilan yaitu harus berlangsung dalam suasana kondusif, tenang dan nyaman dengan menerapkan prinsip valid, objektif, adil, terpadu, terbuka, menyeluruh, menggunakan acuan kriteria, dan akuntabel.
Tahap Pelaksanaan Penilaian kompetensi sikap adalah sebagai berikut:
a.       Pada awal semester, pendidik menginformasikan tentang kompetensi sikap yang akan dinilai yaitu sikap spiritual, jujur, disiplin, tanggungjawab, toleransi, gotong royong, santun atau sopan, atau percaya diri.
b.      Pendidik mengembangkan instrumen penilaian sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya, Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, dan indikator kompetensi sikap yang telah ditetapkan sebelumnya dalam RPP. Bentuk instrumen yang dikembangkan disesuaikan dengan jenis aspek yang akan dinilai dengan demikian pendidik dapat memilih salah satu dari empat bentuk instrumen yang direkmendasikan oleh Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013 Tentang Standar Penilaian Pendidikan yaitu observasi, penilaian diri, penilaian antar teman, dan jurnal
c.       Pendidik memberi penjelasan tentang kriteria penilaian untuk setiap sikap yang akan dinilai termasuk bentuk instrumen yang akan digunakannya.
d.      Memeriksa dan mengolah hasil penilaian dengan mengacu pada pedoman penskoran dan kriteria penilaian yang telah ditetapkan sebelumnya.
e.       Hasil penilaian diinformasikan kepada masing-masing peserta didik pada setiap akhir pekan dengan tujuan untuk (a) mengetahui kemajuan hasil pengembangan sikapnya, (b) mengetahui kompetensi sikap yang belum dan yang sudah dicapai sesuai kriteria yang ditetapkan, (c) memotivasi peserta didik agar memperbaiki sikap yang masih rendah dan berusaha mempertahankan sikap yang telah baik, dan (d) menjadi bagian refleksi bagi pendidik untuk memperbaiki strategi pengembangan sikap peserta didik di masa yang akan datang.
f.       Tindak lanjut hasil penilaian sikap setiap minggu dijadikan dasar untuk melakukan proses pembinaan dan pengembangan sikap yang disisipkan dalam mata pelajaran yang bersangkutan tanpa harus memperhatikan pencapaian kompetensi dasar terkait dari aspek kompetensi sikap.
g.      Pada akhir semester, setiap skor penilaian harian selama satu semester dibuat grafik perkembangannya dan nilai akhir ditetapkan dari rata-rata nilai kompetensi sikap. Grafik perkembangan digunakan sebagai bahan refleksi proses pembelajaran dan pembinaan sikap. Rata-rata nilai kompetensi sikap diserahkan kepada wali kelas oleh masing-masing pendidik pengampu mata pelajaran sebagai nilai raport

7.      Pengolahan Penilaian
Data penilaian sikap bersumber dari hasil penilaian melalui teknik observasi, penilaian diri, penilaian antarpeserta didik, dan jurnal. Instrumen yang digunakan untuk observasi, penilaian diri, dan penilaian antarpeserta didik adalah daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik. Sedangkan pada jurnal berupa catatan pendidik.
Pada akhir semester, guru mata pelajaran dan wali kelas berkewajiban melaporkan hasil penilaian sikap, baik sikap spiritual dan sikap sosial secara integratif. Laporan penilaian sikap  dalam bentuk nilai kualitatif dan deskripsi  dari sikap peserta didik untuk mata pelajaran yang bersangkutan dan antarmata pelajaran. Nilai kualitatif menggambarkan posisi relatif peserta didik terhadap kriteria yang ditentukan. Kriteria penilaian kualitatif dikategorikan menjadi 4 kategori yaitu :
a.       sangat baik (SB)
b.      baik (B),
c.       cukup (C),
d.      kurang (K).
Sedangkan deskripsi memuat uraian secara naratif pencapaian kompetensi sikap sesuai dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar setiap mata pelajaran . Deskripsi sikap pada setiap mata pelajaran menguraikan kelebihan sikap peserta didik, dan sikap yang masih perlu ditingkatkan.  Contoh uraian deskripsi sikap dalam mata pelajaran antara lain :
·         Menunjukkan sikap yang baik dalam kejujuran, disiplin, perlu ditingkatkan sikap percaya diri
·         Menunjukkan sikap yang baik dalam kejujuran, disiplin, dan percaya diri
Sedangkan deskripsi sikap antarmata pelajaran menjadi tanggung jawab wali kelas melalui analisis nilai sikap setiap mata pelajaran dan proses diskusi secara periodik dengan guru mata pelajaran. Deskripsi sikap antarmata pelajaran menguraikan kelebihan sikap peserta didik, dan sikap yang masih perlu ditingkatkan apabila ada secara keseluruhan, serta rekomendasi untuk peningkatan. Contoh uraian deskripsi sikap  antarmata pelajaran antara lain :
·         Menunjukkan sikap yang baik dalam kejujuran, disiplin, toleransi, gotong royong, santun, dan percaya diri. Perlu ditingkatkan sikap tanggung jawab, melalui pembiasaan penugasan mandiri di rumah.
·         Menunjukkan sikap yang baik dalam kejujuran, disiplin, tanggung jawab, toleransi, gotong royong, santun, dan percaya diri
Pelaksanaan penilaian sikap menggunakan berbagai teknik dan bentuk penilaian yang bervariasi dan berkelanjutan agar menghasilkan penilaian otentik secara utuh. Nilai sikap diperoleh melalui proses pengolhan nilai sikap. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengolahan nilai antara lain :
a.       Pengolahan nilai sikap dilakukan pada akhir kompetensi dasar dan akhir semester.
b.      Pengolahan nilai berdasarkan sikap yang diharapkan sesuai tuntutan kompetensi dasar.
c.       Pengolahan nilai ini bersumber pada nilai yang diperoleh melalui berbagai teknik penilaian .
d.      Menentukan pembobotan yang berbeda untuk setiap teknik penilaian apabila diperlukan, dengan mengutamakan teknik observasi memiliki bobot lebih besar.
e.       Pengolahan nilai akhir semester bersumber pada semua nilai sikap sesuai kompetensi dasar semester bersangkutan.

Konversi nilai sikap sesuai dengan Permendikbud No. 81 A Tahun 2013 :
Predikat
Nilai Kompetensi
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap
          A
            4
            4
SB
          A -
            3.66
            3.66
          B +
            3.33
            3.33
B
          B
            3
            3
          B -
            2.66
            2.66
          C +
            2.33
            2.33
C
          C
            2
            2
          C -
            1.66
            1.66
          D +
            1.33
            1.33
D
          D
            1
            1

Contoh Pengolahan Nilai Sikap
a.      Pengolahan Nilai Sikap Mata Pelajaran
1)      Nilai Sikap
Suatu penilaian sikap peduli menghasilkan skor 3,6 dengan teknik penilaian antarpeserta didik, dan skor 2,8 dengan observasi guru. Apabila bobot penilaian antarpeserta didik adalah 1, sedangkan observasi 2, maka perolehan skor akhir adalah :
 Skor akhir=(3,6×1)+(2,8x2)=3,066667=3,07

                               3

Karena skor akhir adalah 3,07 maka nilainya adalah Baik (B). 
2)      Deskripsi Sikap:
Deskripsi sikap dirumuskan berdasarkan akumulasi capaian sikap selama pembelajaran sejumlah kompetensi dasar (KD) pada semester berjalan. Rumusan deskripsi sikap berdasarkan kecenderungan perolehan capaian nilai. Contoh sebagai berikut :
·         Menunjukkan sikap jujur, iman dan taqwa, dan tanggung  yang sangat baik , perlu ditingkatkan  sikap disiplin.
·         Sikap sudah sangat baik, namun sikap disiplin masih perlu ditingkatkan.

Contoh pengolahan nilai :
Sikap
Mata Pelajaran
Rata-Rata
Nilai Akhir
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Jujur
3.2
2.4
3.7
3.5
3
2.78
2.5
2.33
3.4
3.1
2.9
Baik
Disiplin
3.4
3.2
3.1
3.5
3.4
3.4
3.0
3.5
2.9
3.0
3.24
Baik
Kerjasama
1.7
2.9
2.3
2.4
3.5
1.4
3.5
1.5
3.6
2.1
2.5
Baik


b.      Pengolahan Nilai Sikap Antarmata pelajaran
1)      Penilaian dilakukan oleh seluruh guru mata pelajaran dan dikoordinasi oleh wali kelas.
2)      Proses penilaian dilakukan melalaui analisis sikap setiap mata pelajaran dan disampaikan dalam diskusi antar guru.
3)      Diskusi bisa dilakukan secara periodik, berkesinambungan, melalui konfrensi, maupun melalui rapat penilaian untuk kenaikan kelas
4)      Deskripsi sikap antarmata pelajaran bersumber pada nilai kualitatif dan deskripsi setiap mata pelajaran. Guru mata pelajaran menyerahkan skor akhir, nilai kualitatif, dan deskripsi sikap pada wali kelas.
5)      Contoh pengolahan nilai sikap antarmata pelajaran :
Peserta didik memperoleh nilai sebagai berikut :
No
Nama Siswa
Mata Pelajaran
Rata-rata Skor
Antarmata pelajaran
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1
,,,,,,,
3.66
3.33
3
3.33
2.66
3.33
3
3.33
3
2.66
3.13














Deskripsi nilai sikap :
Menunjukkan sikap yang baik dalam kejujuran, disiplin, tanggung jawab, toleransi, gotong royong, santun, dan percaya diri

8.      Manajemen Hasil Penilaian Sikap
a.         Pelaporan penilaian sikap oleh guru dilakukan secara berkala kepada peserta didik, orang tua, dan satuan pendidikan.
b.        Pelaporan kepada peserta didik dilakukan selekas mungkin setelah proses penilaian selesai. Seperti hasil observasi, penilaian diri, penilaian antarpeserta didik, dan jurnal. Pelaporan kepada orang tua peserta didik dapat dilakukan melalui peserta didik, dan orang tua menandatangani hasil penilaian tersebut.
c.         Pelaporan kepada orang tua peserta didik dapat dilakukan secara berkala setiap tengah semester dan akhir semester. Bentuk laporan ini berupa laporan hasil penilaian tengah semester dan buku rapor.
d.        Sesuai prinsip akuntabilitas maka pendidik wajib melakukan dokumentasi proses penilaian secara sistematis, teliti, dan rapi. Dokumentasi proses penilaian dapat berupa :
1)      Portofolio yang merupakan kumpulan hasil penilaian peserta didik
2)      Soft file data penilaian memanfaatkan TIK.
3)      Buku nilai secara terintegrasi antara kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan
e.         Hasil   penilaian   oleh   pendidik   dianalisis   lebih   lanjut   untuk mengetahui kemajuan dan kesulitan belajar, dikembalikan kepada peserta didik disertai balikan (feedback) berupa komentar yang mendidik  (penguatan)  yang  dilaporkan  kepada pihak  terkait dan dimanfaatkan untuk perbaikan pembelajaran.
f.         Program remedial dan pengayaan dilaksanakan sebagai tindak lanjut analisis hasil penilaian . Namun bentuk dan layanan kedua program ini berbeda dengan pencapaian kompetensi pengetahuan dan keterampilan. Bentuk layanan remedial dapat dilakukan melalui kegiatan bimbingan konseling, pembiasaan terprogram, maupun cara yang lain. Kegiatan layanan ini dapat melibatkan guru bimbingan konseling, wali kelas, atau guru lain yang sesuai. Sedangkan program pengayaan dapat dilakukan dengan bentuk tuturial sebaya seperti keteladanan, kerja kelompok, dan kelompok diskusi.

.